Teriakan Di antara Peluru



Terik matahari di atas ubun-ubun,
 Peluru terbang bagaikan layang-layang.

Terdampar tubuh,
Berserakan darah,

Jeritan tangis,
Memecah letusan meriam yang mengelegar dengan bengis.

Tangisan tegar dan kuat,
Beranjak dengan tegap.

Mengenggam bambu rucing,
Menghunuskan kejantung penjahat kemanusiaan.

Bergelora dan berkobar semangat di dada.

Dengan lantang suara diteriakan.


Maju, ...
Serang, ...

ALLAHU AKBAR,
Allahu akbar
Allahu akbar
.. Allahu akbar.

Merdeka, merdeka, merdeka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panda

Heran

fiksi-diksi Edisi Ramadhan(Khayalan dalam mimpi tentang rindu)