Tertawa Dini Hari Ternyata di Gerumbungi Dari Pada Tertawa di Esok Hari atau Masa Depan.
Siapa yang tak ingin menjadi figur
sejarah?, hal yang mustahil untuk insan yang ingin lari dari keinginan
tersebut. Tapi tak bisa dipungkiri. Ini kehidupan!, dimana tidak sedikit orang
yang ingin menjadi kolonial penghancur masa depan. Bergelimangan senang dan
tawa yang ia cari.
Aku pun tak tau apa yang dibenak
setiap orang yang seperti itu, bahkan sedikitpun tak terbesit di alat pikirku
dengan visi kehidupannya. Ku kira setiap orang berlomba-lomba untuk menjajah
masa depan, tapi ternyata kira ku hanya khayalan dan kosongan belaka. Dan baru
ku tau idea hidup orang itu berbeda.
Fun’s day ternyata lebih diminati
daripada fun’s tomorrow or future.
Tertawa dini hari ternyata
digerumbungi dari pada tertawa diesok hari atau masa depan.
Lagi- dan lagi, harus ku akui.
Inilah ragam kehidupan?.Terlena bukan hal yang diinginkan tetapi untuk keluar
zona senyuman sesaat lebih sulit untuk dicampakkan.
Ia bagaikan madu yang sudah digenggam.
Kemanisan yang dimiliki tak bisa baginya untuk dibuangkan atau disimpan. Ego
untuk merasakannya, menerbangkan anggannya agar selalu menikmati. Bahkan mereka
pun tak tau bahwa manisnya madu bisa mencekik tenggorokan. Manisnya madu bisa
mematikan jiwa.
Tiada yang salah dari metode
pemikiran ini, hanya dangkalnya optimis kehidupan untuk meraih yang hakiki
lebih diasingkan. Sehingga menerawang jauh untuk esok hari tak lagi lagi
dipedulikan. Ia tau hanyalah makna kehidupan dalam sehari ini bukan esok nanti.

Komentar
Posting Komentar